KELEMAHAN WANITA DALAM BERBISNIS DAN BAGAIMANA MENGATASINYA

Wanita sekarang ini makin berminat buat berwirausaha dan dapat menjadi tulang punggung keluarga serta memperoleh penghasilan sendiri. Dalam zaman modern dan era globalisasi ini, wanita tidak sedikit yg tertarik buat berwirausaha & mandiri sbg bentuk emansipasi wanita. Hal ini diungkapkan oleh psikolog Tika Bisono pada Kompas Female, sesaat sesudah selesainya acara program Sekar Womenpreneur Award di Smesco, Jakarta.

Perihal keinginan untuk memiliki usaha ini sebenarnya berefek baik terhadap peningkatan perekonomian keluarga, kemandirian wanita, serta aktualisasi diri wanita. Secara tidak langsung hal ini akan memberi efek positif bagi peningkatan peran wanita dalam meningkatkan perekonomian nasional. Tidak sedikit para srikandi Indonesia ini sebenarnya mempunyai sifat dan attitude yang dibutuhkan untuk menjadi seorang entrepreneur atau wirausaha. “Intuisi business wanita itu teramat baik, & rasa empati wanita lebih tinggi dibanding cowok. Hal ini menjadi modal dasar dalam memulai bisnis apapun,” imbuhnya.

Walau tidak sedikit mempunyai kelebihan yang dibutuhkan sebagai model berwirausaha, wanita masihlah memiliki banya hal negatif yang dapat menjadi sumber kelemahan sejak mulai mengelola usaha wirausahanya. Beberapa diantaranya adalah 4 hal berikut ini

1. Memiliki Banyak Sekali Pertimbangan Rasio

Hal ini nampaknya adalah permasalahan basic tiap-tiap wanita. Pertimbangan dan dedikasinya yg lebih mengutamakan kepada keluarga mengharuskan para wanita, khususnya ibu rumah tangga, lebih banyak memikirkan masalah keluarga dan tetek bengeknya saat sudah memutuskan buat mengawali gerakan wirausahanya.

“Banyak wanita yg berpikir apabila mereka telah memiliki usahanya sendiri, hal ini berarti meninggalkan anak-anak utk bekerja, atau tak mampu mengurus suami, atau mengakibatkan faktor negatif yang lain. Padahal dgn menjadi seorang wirausaha, seluruh masalah tersebut harus mampu diselesaikan dan bukan menjadi hambatan. Faktor keluarga tadi harus mampu diselesaikan dgn baik, karena sekarang mereka memiliki waktu yg lebih fleksibel dibanding jika mereka masih menjadi pekerja kantoran,”.

2. Memiliki Sifat Empati Sesama Yang Berlebihan
Tiap wanita memiliki sifat basic wanita yaitu empati berlebihan yang dapat menjadi bumerang dalam berbisnis. Bila dilihat dari satu sudut, secara positif sifat empati ini dapat menciptakan para wanita peka kepada beragam keadaan di sekitarnya. Tidak jarang bermacam macam konsep wirausaha justru hadir dari sifat keprihatinan ini, contohnya kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi ide bisnis buat mengolah limbah kain, limbah plastik, kepedulian pada anak-anak yg kurang bisa, hingga memberdayakan potensi para wanita disekitar rumahnya buat meningkatkan taraf hidup.

Dari sudut pandang yang lain, sifat empati ini kadang tumbuh berlebihan terhadap diri wanita. Sifat ini tidak jarang menciptakan wanita tak berpikir rasional & justru mengutamakan sudut emosionalnya secara berlebihan. Maka wanita yg baru sejak mulai berwirausaha atau telah sanggup menjalankan business kerap mengalami bermacam macam masalah di kemudian hari yang berakar dari sifat ini.

3. Kemampuan Manajemen Bisnis

Harus diakui bahwa hingga sekarang ini, mental wanita dalam berbisnis belumlah setangguh laki-laki. Tidak cuma itu, bila kita bandingkan pengalaman dalam sektor manajemen usaha misalnya menjual tas burberry terbaru tetap kalah dibanding cowok. Hal ini disebabkan para wanita paling sering ragu & bimbang waktu membawa pertimbangan dan mengambil keputusan yg berhubungan bersama manajemen business. “Namun, perihal ini sebenarnya bukanlah masalah besar. Apalagi ilmu manajemen bisnis dapat diperoleh bersama pengalaman berbisnis & lewat sekolah-sekolah formal,”.

4. Perasaan Takut Tidak Berhasil
Di Bandingkan rekan sekerja pria, wanita tetap tidak jarang masih memiliki ketakutan utk mengambil resiko besar dalam mengawali bisnis. Hal ini berlanjut juga saat tahap pengembangan rencana usaha, sehingga menjadi batu sandungan dalam membawa langkah buat mengembangkan usahanya. “Perasaan takut tidak berhasil dalam diri wanita lebih tinggi di bandingkan bersama laki-laki. Faktor ini disebabkan banyak faktor. Namun beberapa faktor utamnya adalah karena wanita lebih banyak mempertimbangkan ekonomi keluarga, & anak-anak. Ini pun jadi rintangan buat berkembang,”.

Menurut Tika, banyak faktor yang menentukan keberhasilan seseorang dalam berbisnis. Namun kegagalan seorang dalam berbisnis merupakan elemen yg wajar dan harus dianggap sebagai proses pembelajaran. Sebab kegagalan ini dapat jadi cambuk utk terus sanggup berinovasi & berani melangkah maju ke depan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Namun ketakutan gagal apabila tidak diatasi dapat membuat bisnis para wanita ini condong utk tidak berkembang.